Komunitas pergaulan sering tanpa sengaja menempatkan seseorang menjadi trend dari perhatian semua orang. Sehingga muncullah istilah sang Primadona bagi seseorang yang menjadi trend setter atau perhatian utama setiap orang. Hal ini menjadi fenomena yang tidak bisa dihindari ada dalam setiap komunitas organisasi. Ada tipe-tipe tertentu yang sering menjadi primadona bagi tiap organisasi, pada umumnya perempuan cantik kenes tak perlu cerdas asalkan bisa memikat hati semua orang biasanya terutama laki-laki. Primadona kemudian menjadi daya tarik bagi beberapa organisasi sebagai alat pemikat Terutama bagi pria-pria yang berkantong tebal. Kadang Primadona sering menjadi tumbal bagi organisasi karena keberadaannya membuat para bos-bos betah berada dalam organisasi tersebut dan dengan mudahnya mengeluarkan lembar demi lembar rupiah untuk membiayai organisasi.
Primadona juga sering menjadi alat bagi setiap organisasi tidak hanya untuk membangun tapi sering digunakan juga untuk menjatuhkan seseorang, sehingga di bebas tugaskan dari jabatannya atau bahkan terbunuh. Beberapa kasus sang primadona pada akhirnya juga sering menjadi target akhir untuk menghilangkan jejak para desainer dari berbagai Kasus seperti kasus Ditje pragawati yang mati terbunuh sampai sekarang kasus tersebut terbungkus dengan rapih tidak diketahui siapa dalang dibalik kematian sang primadona yang cantik.
Kecantikan bagi sang Primadona adalah anugerah, namun suatu saat bisa pula menjadi bencana bagi dirinya sendiri. Wanita cantik yang selalu dipuja ternyata sering menjadi alat bagi kebesaran dan kejayaan kaum laki-laki. Kadang fenomena yang terjadi malah lebih menyedihkan, ketika sang kejayaan mulai pudar maka sang primadona pun menjadi piala bergilir yang layak dipindah tangankan dari satu kejayaan ke kejayaan yang lain. Sang primadona cantik tak berdaya terlanjur berada dalam putaran lingkaran yang tak berujung mau tidak mau menerima keadaan yang menjerat dan tidak dapat dihindari.
Salah satu primadona terkenal pada jaman perang dunia ke I adalah Matahari bertualang dari satu pelukan ke pelukan lain Matahari menjadi mata-mata dari 2 negara Besar Perancis dan Jerman. Daya tarik seksual dan kecantikannya terkenal pada masa itu, menjadi rebutan para pria dilingkungan Militer tingkat tinggi dari satu negara ke Negara lain. Meraup uang yang tidak sedikit dari berbagai kantong pembesar dan berhasil mengorek informasi dari berbagai sumber. Tetapi berujung pada kematian dihadapan regu tembak pasukan militer negara Prancis
Di Indonesia banyak kasus anggota DPR dipaksa mengundurkan diri akibat adanya kasus yang melibatkan para perempuan cantik yang dianggap primadona, Sang primadona tak pernah pudar sejak jaman dahulu hingga jaman kini selalu ada. Kasus Pimpinan KPK Antasari Ashar pun tak lepas dari keterlibatan seorang caddy primadona. Primadona yang cantik primadona yang seksi, kontroversial namun sering identik dengan konotasi negatif.
Perempuan sosok lembut tanpa daya yang sering dianggap lemah, ternyata dibalik segala kelembutannya tersembunyi sebuah kekuatan yang bila digunakan akan mampu merubah dunia. Matahari bukan lah satu-satunya wanita yang kontroversial, Dunia mencatat sejumlah nama wanita yang mampu membangun kejayaan sebuah negara, Sebut saja Cleopatra dari Mesir Ratu Elisabeth I dan Ratu Elisabeth II dari Inggris, benazir Bhuto, Indira Gandhi, dan lain-lain. Islam mengenal Siti Chadijah Istri pertama Nabi Muhammad SAW. Yang setia mendukung perjuangan Nabi Muhammad dalam membangun Islam. Di Indonesia ada R.A. Kartini sumber inspirasi dari emansipasi, Cut nyak Dhien yang perkasa dan gagah berani dan lain-lain. Mereka adalah wanita-wanita primadona dari jaman nya. Cantik cerdas, berani dan kuat. Terbungkus indah dalam tatanan kehidupan sosial yang tertata baik.
Perempuan adalah primadona dalam negara karena itu perempuan disebut sebagai tiang negara apabila perempuannya baik maka negara itu akan baik pula sebaliknya bila perempuannya tidak baik maka negara tersebut akan hancur. Menyadari kekuatan adalah sebuah keyakinan yang seharusnya dimiliki oleh setiap perempuan. Perempuan tidak hanya sekedar cantik dan cerdas tapi juga kuat dan sabar dalam menghadapi kehidupan. Dalam banyak hal perempuan telah ditakdirkan memiliki kekuatan mental dan fisik yang lebih dibandingkan dengan laki-laki. Lihatlah bagaimana perempuan harus mengandung selama sembilan bulan dan menanggung sakit saat melahirkan, belum hilang sakit melahirkan sudah dituntut mengurus suami dan bangun tiap malam mengurus bayi. Kerja 24 jam adalah santapan wajib bagi perempuan. Baru bisa lepas beristirahat kalau sang suami sudah dikantor dan sang bayi sudah tidur.
Ada perempuan cantik terkenal cerdas dan menjadi primadona, tapi ada juga perempuan yang bersahaja menerima kehidupan apa adanya. Mengais rejeki serupiah demi serupiah tiap hari, menopang hidup keluarga demi membantu suami di berbagai bidang. Tidak mengandalkan kecantikan dan keseksian, tapi lebih pada, kecerdasan dan kekuatan mental dan fisik. Apakah mereka bukan primadona ? mereka juga primadona.
Perempuan sebagai primadona sungguh fenomenal, tetapi perempuan yang memilih hidup tanpa harus menjadi populer dan terkenal, tapi memilih kehidupan untuk keluarga dan anak-anaknya juga adalah primadona, Primadona untuk sebuah keluarga, menjadi fenomenal karena dibutuhkan oleh anak-anak, membesarkan, mendidik dan mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan. Menjadi sosok yang selalu dicari keluarga pada saat kebimbangan. Menjadi Primadona karena selalu dicari dan dibutuhkan untuk menjaga keutuhan dan kedamaian kehidupan.
Rabu, 19 Mei 2010
DIA YANG MEROKOK KITA YANG MATI
Sebuah kalimat yang senantiasa dilontarkan orang lain kepada kita, ketika kita sedang berada di Jalan adalah “Hati-hati di Jalan ya....”. Kata-kata tersebut mengandung pengertian agar kita senantiasa waspada ketika berada di Jalan. Jaman semakin berkembang situasi semakin kritis semua orang berlomba-lomba mencari sesuap nasi untuk hidup. Keadaan yang semakin sulit ini sesungguhnya membuat kita harus waspada terhadap ketidak hati-hatian orang lain.
Sebuah kalimat lagi yang membuat saya tersenyum terhadap ketidak hati-hatian orang lain ini adalah “Dia yang merokok kita yang mati”. Rokok yang bagi seseorang adalah sebuah kesenangan bahkan mungkin keterikatan akan sebuah kebutuhan membawa resiko kematian bagi orang lain. Begitu banyak slogan yang mengingatkan bahaya anti rokok, tapi apakah itu membuat orang lebih hati-hati terhadap kehidupan orang lain. Suatu hari saya pergi ke sebuah Food court di basement sebuah gedung salah satu perusahaan Televisi swasta disitu terdapat area anti rokok dan area perokok. Surprise buat saya adalah ketika saya amati ternyata tempat duduk para perokok lebih penuh dari pada area anti rokok. Dan yang lebih mengejutkan saya adalah disitu banyak juga kaum perempuan yang duduk-duduk disitu sambil merokok. Jaman sudah mulai berubah, semakin banyak slogan yang mengingatkan bahaya merokok tapi semakin lama semakin banyak orang yang menyukai termasuk kaum perempuan bahkan makin banyak kaum perempuan yang menyukai tembakau bakar ini. Dahulu banyak perempuan sembunyi-sembunyi merokok sekarang perempuan merokok sudah dianggap wajar.
Saya ingat nasehat seorang teman ketika saya bekerja di sebuah perusahaan konsultan telekomunikasi. Suatu hari saya melihat seorang teman wanita sedang menangis di toilet. Ketika saya tanya maka dia pun bercerita bahwa dia baru saja kehilangan bayi dalam kandungannya. Menurut ceritanya dia adalah seorang perokok berat, ketika dia hamil dokter sudah mengingatkan untuk menghentikan kebiasaan merokoknya saat hamil tetapi dia sulit menghilangkan kebiasaan tersebut. Rokok tetap menjadi kebiasaan yang menyenangkan meskipun kandungannya sudah berusia 4 bulan. Suatu hari di kantor dia merasa sakit perut yang teramat sangat, dia merasa ingin mengeluarkan sesuatu dari perutnya, dia berpikir ini hanya sakit perut biasa seperti sakit perut orang yang hendak buang hajat. Maka pergilah dia ke toilet, ketika di toilet ternyata dia mengeluarkan gumpalan-gumpalan darah yang sangat banyak semua jatuh ke dalam kloset. Kaget dan terkejut dia segera membersihkan dirinya dan segera menghubungi suaminya. Suaminya segera datang dan membawa dia kerumah sakit. Di rumah sakit dokter kandungan yang memeriksa dia memberitahukan bahwa ternyata bayi dalam kandungannya telah tidak ada. Saat itu juga dia harus segera di rawat untuk menjalani perawatan medis sehubungan dengan keguguran yang dialaminya. Semenjak kejadian tersebut, teman saya menghentikan kebiasaan merokoknya.
Suatu hari saya bertemu dengan seorang teman di sebuah rumah sakit, membawa seorang anak berumur sembilan tahun. Setelah sedikit berbasa-basi kami lalu mulailah saling bercerita tentang anak masing-masing. Teman saya lalu bercerita bahwa dia baru saja bercerai dari suaminya. Saat itu dia sedang membawa anaknya yang sakit asma. Dia sudah membawa anaknya kemana-mana tapi asma anaknya belum sembuh juga hingga suatu hari ada seorang paramedis yang memberi tahu dia bahwa asma anaknya akibat ketika dia sedang mengandung, suaminya selalu merokok di dekatnya.
Korban sudah mulai berjatuhan, dan yang menjadi korban dari para perokok ini adalah anak-anak yang tidak pernah minta dilahirkan orang tuanya. Ketika fenomena perokok semakin banyak, apakah kesadaran akan bahaya rokok harus menunggu seseorang yang kita cintai menjadi korban akibat ketidak hati-hatian kita. Seperti yang dialami kedua teman saya diatas tadi. Semoga suatu hari Istilah “ Dia yang merokok kita yang mati” tidak perlu lagi ditambah dengan “orang tua merokok anaknya yang mati”.
Sebuah kalimat lagi yang membuat saya tersenyum terhadap ketidak hati-hatian orang lain ini adalah “Dia yang merokok kita yang mati”. Rokok yang bagi seseorang adalah sebuah kesenangan bahkan mungkin keterikatan akan sebuah kebutuhan membawa resiko kematian bagi orang lain. Begitu banyak slogan yang mengingatkan bahaya anti rokok, tapi apakah itu membuat orang lebih hati-hati terhadap kehidupan orang lain. Suatu hari saya pergi ke sebuah Food court di basement sebuah gedung salah satu perusahaan Televisi swasta disitu terdapat area anti rokok dan area perokok. Surprise buat saya adalah ketika saya amati ternyata tempat duduk para perokok lebih penuh dari pada area anti rokok. Dan yang lebih mengejutkan saya adalah disitu banyak juga kaum perempuan yang duduk-duduk disitu sambil merokok. Jaman sudah mulai berubah, semakin banyak slogan yang mengingatkan bahaya merokok tapi semakin lama semakin banyak orang yang menyukai termasuk kaum perempuan bahkan makin banyak kaum perempuan yang menyukai tembakau bakar ini. Dahulu banyak perempuan sembunyi-sembunyi merokok sekarang perempuan merokok sudah dianggap wajar.
Saya ingat nasehat seorang teman ketika saya bekerja di sebuah perusahaan konsultan telekomunikasi. Suatu hari saya melihat seorang teman wanita sedang menangis di toilet. Ketika saya tanya maka dia pun bercerita bahwa dia baru saja kehilangan bayi dalam kandungannya. Menurut ceritanya dia adalah seorang perokok berat, ketika dia hamil dokter sudah mengingatkan untuk menghentikan kebiasaan merokoknya saat hamil tetapi dia sulit menghilangkan kebiasaan tersebut. Rokok tetap menjadi kebiasaan yang menyenangkan meskipun kandungannya sudah berusia 4 bulan. Suatu hari di kantor dia merasa sakit perut yang teramat sangat, dia merasa ingin mengeluarkan sesuatu dari perutnya, dia berpikir ini hanya sakit perut biasa seperti sakit perut orang yang hendak buang hajat. Maka pergilah dia ke toilet, ketika di toilet ternyata dia mengeluarkan gumpalan-gumpalan darah yang sangat banyak semua jatuh ke dalam kloset. Kaget dan terkejut dia segera membersihkan dirinya dan segera menghubungi suaminya. Suaminya segera datang dan membawa dia kerumah sakit. Di rumah sakit dokter kandungan yang memeriksa dia memberitahukan bahwa ternyata bayi dalam kandungannya telah tidak ada. Saat itu juga dia harus segera di rawat untuk menjalani perawatan medis sehubungan dengan keguguran yang dialaminya. Semenjak kejadian tersebut, teman saya menghentikan kebiasaan merokoknya.
Suatu hari saya bertemu dengan seorang teman di sebuah rumah sakit, membawa seorang anak berumur sembilan tahun. Setelah sedikit berbasa-basi kami lalu mulailah saling bercerita tentang anak masing-masing. Teman saya lalu bercerita bahwa dia baru saja bercerai dari suaminya. Saat itu dia sedang membawa anaknya yang sakit asma. Dia sudah membawa anaknya kemana-mana tapi asma anaknya belum sembuh juga hingga suatu hari ada seorang paramedis yang memberi tahu dia bahwa asma anaknya akibat ketika dia sedang mengandung, suaminya selalu merokok di dekatnya.
Korban sudah mulai berjatuhan, dan yang menjadi korban dari para perokok ini adalah anak-anak yang tidak pernah minta dilahirkan orang tuanya. Ketika fenomena perokok semakin banyak, apakah kesadaran akan bahaya rokok harus menunggu seseorang yang kita cintai menjadi korban akibat ketidak hati-hatian kita. Seperti yang dialami kedua teman saya diatas tadi. Semoga suatu hari Istilah “ Dia yang merokok kita yang mati” tidak perlu lagi ditambah dengan “orang tua merokok anaknya yang mati”.
Langganan:
Komentar (Atom)
